Home » , » Mengenal Jenis - jenis Antioksidan

Mengenal Jenis - jenis Antioksidan

Posted by Wawasan umum on Senin, 29 Mei 2017


Antioksidan merupakan jenis nutrisi di dalam makanan yang bermanfaat untuk menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan bisa mencegah terjadinya penyakit seperti kanker, jantung, alzheimer, asma, penuaan dini, kerentanan terhadap virus dan kondisi lainnya.

Karena antioksidan berfungsi penting untuk menjaga kebugaran tubuh, sebagai orang awam kita harus dapat mengetahui jenis-jenis antioksida yang paling lazim dikenal seperti antioksidan flavonoid dan non flavonoid.

Jenis-jenis antioksidan

1.    Antioksidan Flavonoid


Flavonoid merupakan senyawa antioksidan yang banyak ditemukan di dalam tumbuh-tumbuhan, yang dijumpai sebagai pigmen membentuk warna kuning, biru, ungu atau merah terhadap bunga, buah, umbi dan daun. Ada lebih dari 4.000 jenis flavonoid yang dikenal dan yang dibagi  lebih dari satu kelompok diantaranya adalah sebagai berikut:

Flovonol

Senyawa antioksidan style ini paling banyak dijumpai pada jenis tumbuh-tumbuhan . Selain itu, flovanol miliki kandungan zat quercetin yang banyak ditemukan di dalam bawang, daun bawang, buah apel, teh, anggur merah, dan brokoli.

Flavanol

Jenis senyawa ini bisa dipecah lagi jadi tiga kelas yaitu katekin, theaflavin dan proanticianidin. Antioksidan ketakin dan theaflavin banyak dijumpai di dalam teh terutama teh hijau, senyawa antioksidan style ini  bermanfaat untuk menaikkan aliran darah dan mempunyai kekuatan untuk menjaga kebugaran jantung. Sedangkan Proantocianidin banyak ditemukan di dalam buah apel, anggur, berry dan kakao yang bermanfaat untuk mencegah kerusakan kolagen di dalam tubuh.

Flavanon

Kelompok antioksidan jenis ini banyak dijumpai di dalam aneka macam style buah jeruk dan lemon.

Flavon

Senyawa antioksidan jenis flavon banyak ditemukan di dalam kulit buah jeruk, seledri, cabai dan peterseli.

Isoflavon

Kelompok antioksidan ini paling banyak ditemukan di dalam kacang-kacangan yang bermanfaat untuk kurangi kandungan kolesterol di dalam darah, bisa meringankan gejala menopause dan mencegah osteoporosis.

Antocianidin

Pada umumnya  senyawa antioksidan ini banyak ditemukan di dalam makanan yang berwarna merah dan biru. Antocianidin bermanfaat untuk menjaga kebugaran pembuluh darah, mencegah penyakit stroke, jantung dan hipertensi.

2.    Antioksidan Non Flavonoid


Antioksidan non flavonoid bisa dibagi jadi tiga kategori, diantaranya adalah :

Vitamin C dan E


Kandungan vitamin C dan vitamin E merupakan jenis vitamin yang bersifat antioksidan. Vitamin C banyak ditemukan di dalam buah jeruk dan sayuran hijau seperti brokoli. Sedangkan vitamin E  umumnya banyak ditemukan di dalam makanan yang miliki kandungan lemak sehat seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

Selenium

Selenium merupakan jenis mineral yang merupakan unsur dari antioksidan dan banyak ditemukan di dalam biji-bijian, ikan, telur, dan daging.

Karotenoid, Betakaroten dan Likopen

Karotenoid merupakan pigmen warna oranye yang banyak ditemukan di dalam wortel, labu dan ubi jalar. Betakaroten merupakan prekurson vitamin A yang banyak ditemukan di dalam sayuran berwarna hijau tua seperti kale, bayam, dan brokoli. Sedangkan likopen adalah likopen yang memberi tambahan warna merah, umumnya banyak ditemukan di dalam tomat dan buah semangka.

Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui manfaat antioksidan untuk kesehatan tubuh. Namun, sebagian besar para ahli setuju bahwa nutrisi yang bersifat antioksidan harus dikonsumsi dari makanan bukan dari mengkonsumsi suplemen.

Thanks for reading & sharing Wawasan umum

Previous
« Prev Post
Oldest
You are reading the latest post

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.