Antioksidan merupakan jenis nutrisi di dalam makanan yang bermanfaat untuk menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan bisa mencegah terjadinya penyakit seperti kanker, jantung, alzheimer, asma, penuaan dini, kerentanan terhadap virus dan kondisi lainnya.
Karena antioksidan berfungsi penting untuk menjaga kebugaran tubuh, sebagai orang awam kita harus dapat mengetahui jenis-jenis antioksida yang paling lazim dikenal seperti antioksidan flavonoid dan non flavonoid.
Jenis-jenis antioksidan
Karena antioksidan berfungsi penting untuk menjaga kebugaran tubuh, sebagai orang awam kita harus dapat mengetahui jenis-jenis antioksida yang paling lazim dikenal seperti antioksidan flavonoid dan non flavonoid.
Jenis-jenis antioksidan
1. Antioksidan Flavonoid
Flavonoid merupakan senyawa antioksidan yang banyak ditemukan di dalam tumbuh-tumbuhan, yang dijumpai sebagai pigmen membentuk warna kuning, biru, ungu atau merah terhadap bunga, buah, umbi dan daun. Ada lebih dari 4.000 jenis flavonoid yang dikenal dan yang dibagi lebih dari satu kelompok diantaranya adalah sebagai berikut:
Flovonol
Senyawa antioksidan style ini paling banyak dijumpai pada jenis tumbuh-tumbuhan . Selain itu, flovanol miliki kandungan zat quercetin yang banyak ditemukan di dalam bawang, daun bawang, buah apel, teh, anggur merah, dan brokoli.
Flavanol
Jenis senyawa ini bisa dipecah lagi jadi tiga kelas yaitu katekin, theaflavin dan proanticianidin. Antioksidan ketakin dan theaflavin banyak dijumpai di dalam teh terutama teh hijau, senyawa antioksidan style ini bermanfaat untuk menaikkan aliran darah dan mempunyai kekuatan untuk menjaga kebugaran jantung. Sedangkan Proantocianidin banyak ditemukan di dalam buah apel, anggur, berry dan kakao yang bermanfaat untuk mencegah kerusakan kolagen di dalam tubuh.
Flavanon
Kelompok antioksidan jenis ini banyak dijumpai di dalam aneka macam style buah jeruk dan lemon.
Flavon
Senyawa antioksidan jenis flavon banyak ditemukan di dalam kulit buah jeruk, seledri, cabai dan peterseli.
Isoflavon
Kelompok antioksidan ini paling banyak ditemukan di dalam kacang-kacangan yang bermanfaat untuk kurangi kandungan kolesterol di dalam darah, bisa meringankan gejala menopause dan mencegah osteoporosis.
Antocianidin
Pada umumnya senyawa antioksidan ini banyak ditemukan di dalam makanan yang berwarna merah dan biru. Antocianidin bermanfaat untuk menjaga kebugaran pembuluh darah, mencegah penyakit stroke, jantung dan hipertensi.
2. Antioksidan Non Flavonoid
Antioksidan non flavonoid bisa dibagi jadi tiga kategori, diantaranya adalah :
Vitamin C dan E
Kandungan vitamin C dan vitamin E merupakan jenis vitamin yang bersifat antioksidan. Vitamin C banyak ditemukan di dalam buah jeruk dan sayuran hijau seperti brokoli. Sedangkan vitamin E umumnya banyak ditemukan di dalam makanan yang miliki kandungan lemak sehat seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.
Selenium
Selenium merupakan jenis mineral yang merupakan unsur dari antioksidan dan banyak ditemukan di dalam biji-bijian, ikan, telur, dan daging.
Karotenoid, Betakaroten dan Likopen
Karotenoid merupakan pigmen warna oranye yang banyak ditemukan di dalam wortel, labu dan ubi jalar. Betakaroten merupakan prekurson vitamin A yang banyak ditemukan di dalam sayuran berwarna hijau tua seperti kale, bayam, dan brokoli. Sedangkan likopen adalah likopen yang memberi tambahan warna merah, umumnya banyak ditemukan di dalam tomat dan buah semangka.
Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui manfaat antioksidan untuk kesehatan tubuh. Namun, sebagian besar para ahli setuju bahwa nutrisi yang bersifat antioksidan harus dikonsumsi dari makanan bukan dari mengkonsumsi suplemen.
Thanks for reading & sharing Wawasan umum



0 komentar:
Posting Komentar